Senin, 14 November 2016

E-learning



   Perkembangan TIK sangat cepat dan menawarkan banyak kemudahan bagi manusia dalam memperoleh informasi dalam hitungan detik. Pemenuhan kebutuhan manusia akan informasi pada saat ini menjadi begitu mudah dengan hadirnya internet, yang memberikan layanan transfer informasi dalam waktu yang cepat. Perbedaan jarak, waktu dan ruang tidak lagi menjadi persoalan. Kemudahan ini memberikan keuntungan tersendiri bagi mereka yang jauh dari sumber informasi. hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah yang telah mengatur pendidikan jarak jauh berdasarkan Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS), dimana yang dimaksud dengan pendidikan jarak jauh adalah “pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi dan media lainnya”.
Dalam pendidikan jarak jauh, salah satu solusinya adalah dengan menggunakan teknologi e-learning. Dimana teknologi ini dijembatani oleh internet, membutuhkan sebuah media untuk dapat menampilkan materi - materi khusus, pertanyaan - pertanyaan serta membutuhkan fasilitas komunikasi untuk dapat saling bertukar informasi antara peserta dengan pengajar. E-learning ini pun sudah di terapkan di Universitas Djuanda Bogor.
   Adapun dalam implementasi pembelajaran, terdapat model penerapan e-learning yang biasa digunakan, yaitu :
A.  Selective model
    Model selektif ini digunakan jika komputer di sekolah sanagt terbatas (misalnya hanya terdapat satu unit komputer). Didalam model ini, guru harus memilih salah satu alat atau media yang tersedia tepat untuk menyampaikan bahan pelajaran. Jika guru menemukan bahan e-learning yang bermutu dari internet, maka dengan terpaksa guru hanya dapat menunjukan bahan pelajaran tersebut kepada siswa sebagai bahan demonstrasi saja.
B.  Sequential model
    Model ini digunakan jika jumlah komputer di sekolah/kelas terbatas (misalnya hanya terdapat dua atau tiga unit komputer). Para siswa dalam kelompok kecil secara bergiliran menggunakan komputer untuk mencari sumber pelajaran yang dibutuhkan. Siswa menggunakan bahan e-learning sebagai bahan rujukan atau untuk mencari informasi baru.
C.  Static station model
    Model ini digunakan jika jumlah komputer di sekolah/kelas terbatas, sebagaimana halnya dalam sequential model. Didalam model ini, guru mempunyai beberapa sumber belajar yang berbeda untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sama. Bahan e-learning digunakan oleh salah satu atau dua kelompok siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Kelompok siswa lainnya menggunakan sumber belajar yang lain untuk mencapai tuuan pembelajaran yang sama.
D.  Laboratory model
    Model ini digunakan jika tersedia sejumlah komputer di sekolah/ laboratorium yang dilengkapi dengan jaringan internet, dimana siswa dapat menggunakannya secara lebih leluasa. Dalam hal ini, bahan e-learning dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran mandiri.
   
          Setiap model e-learning yang dapat digunakan dalam pembelajaran diatas masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, pemilihan tergantung infrastruktur telekomunikasi dan peralatan yang tersedia disekolah. Bagaimanapun supaya pembelajaran dengan pendekatan e-learning ini perlu terus dicoba dalam rangka mengatasi permasalahan - permasalahan yang dihadapi dimasa yang akan datang.